Senin, 22 Juli 2013

Festival Layang - layang Bali

Adakah yang ingat dengan lagu berikut:

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang

Yup! topik kita hari ini berhubungan dengan layang - layang

Layang - layang merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan bantuan hembusan angin dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.
Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan. Namun berdasarkan pada beberapa sumber layang - layang tidak hanya berfungi sebagai alat permainan semata.
Seperti di Lampung (Jawa Barat), layang-layang dipakai sebagai alat bantu memancing terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek tertentu, dan dihubungkan dengan mata kail.
Di Pangandaran, layang-layang dipasangi jerat untuk menangkap kalong atau kelelawar.
Penggunaan layang-layang sebagai alat bantu penelitian cuaca telah dikenal sejak abad ke-18.
Benjamin Franklin menggunakan layang-layang yang terhubung dengan kunci untuk menunjukkan bahwa petir membawa muatan listrik.
Layang-layang raksasa dari bahan sintetis sekarang telah dicoba menjadi alat untuk menghemat penggunaan bahan bakar kapal pengangkut, berfungsi seperti layar.
Di beberapa daerah Nusantara layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian, seperti di Bali.
Layang - layang di gunakan sebagai persembahan kepada Dewa Rare Anggon: pelindung areal pesawahan petani sehingga sawah masyarakat Bali tak terkena hama wereng maupun burung.

Layang-layang traditional Bali yang pertama diduga berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun. Berkembangnya jaman membuat layang - layang ini mengalami metamorfosis baik di warna maupun bentuknya. Saking beragam dan meningkatnya ketertarikan masyarakat dalam membuat aneka macam kreasi layang - layang maka dibuatkanlah sebuah wadah acara dalam bentuk festival tahunan. Festival layang - layang pertama di Bali atau lebih dikenal dengan nama Bali Kites Festival di adakan pada tahun 1979 yang diikuti oleh banyak peserta dari International Kite Flying Club. Bahkan berdasarkan pada beberapa sumber tercatat pada tahun 2011 lebih dari 1000 layang - layang dari luar negeri berpasrtisipasi dalam festival ini.
Acara tahunan ini diadakan di Padang Galak - Pantai Sanur pada musim angin yaitu Juli - Agustus.














Di festival ini akan ditemui banyak sekali jenis layang - layang, seperti:

Bebean menyerupai bentuk ikan dan merupakan layang - layang yang umumnya memiliki ukuran terbesar berkisar antara 4 meter – 10 meter.








Janggan merupakan bentuk layang - layang yang lebih memperlihatkan ekor panjang, paling panjang dari layang - layang lainya, bahkan panjangnya bisa mencapai 200 meter.

Sedangkan pecukan memiliki bentuk paling dasar yaitu berbentuk daun dan biasanya memiliki tingkat kestabilan terbang terbaik. Bentuk layang – layang ini seperti layang – layang yang biasa di mainkan pada masa kecil. Tapi sudah lebih jarang di pilih mungkin karena bentuknya yang masih dasar dan kurang kreatif.

Warnanya biasanya merah, putih dan hitam seperti beberapa gambar di atas.
Tapi ribuan layang - layang kreasi baru juga ikut mendaftar untuk memenuhi festival ini dengan bentuk dan warna yang lebih beragam.
                                       


Tidak hanya orang - orang dewasa yang ikut berpartisipasi untuk perlombaan ini, tapi anak - anak pun tak mau ketinggalan. Setiap kelompok memiliki 2 unit, unit inti yang biasanya menerbangkan terdiri dari para pria dewasa, sedangkan unit yang kedua adalah unit pendukung yang memiliki fungsi untuk: menyemangati dan memeriahkan unit inti pada saat proses penerbangan. Di sinilah biasanya anak - anak di perbolehkan ikut membantu, seperti memainkan gong, atraksi- atraksi kecil sebagai pengiring dari layang - layang yang di terbangkan oleh unit inti.
 
Menarik bukan? Selain tegang menonton proses penerbanganya tapi juga terhibur bahkan sesekali tertawa karena atraksi dari unit pendukungnya. Saya pun ingin ikut berpartisipasi ketika ada di lapangan, tapi dibutuhkan tenaga super untuk mengangkat dan menerbangkan layang - layang raksasa nan berat itu. Juga harus kuat menantang terik matahari ber jam - jam.

Saking meriahnya acara, pemerintahpun ikut membantu dengan menyediakan petugas keamanan dan juga PMI untuk menghindari hal - hal yang tak diinginkan. Jika anda lupa membawa minuman, ada banyak pedangan kecil yang akan menawarkan keliling di antara penonton lengkap dengan cemilanya.

Ini bukan acara yang sangat besar tapi juga bukan acara kecil yang singkat. Jika layang - layangnya saja ribuan, anda bisa bayangkan banyaknya orang - orang yang ada festival ini per harinya.
Memang tidak ada tempat yang nyaman dan teduh untuk menonton, tapi dengan lapangan yang cukup luas, anda bisa melihat pertunjukannya dengan leluasa. Jangan lupa membawa kamera terbaik anda untuk mengabadikan ragam layang – layang dan keberhasilan anda sampai di area, karena butuh perjuangan dan kesabaran untuk sampai di area, terutama tempat parkir, memang disediakan beberapa tempat untuk parkiran tapi karena banyaknya yang datang untuk menonton,maka anda harus sedikit bersabar untuk sampai ditempat parkir.
Kalau saya lebih memilih untuk parkir agak sedikit di depan, dan melanjutkanya dengan berjalan kaki, biar sehat J
Oya, bagi anda yang tidak terlalu bersahabat dengan debu dan panas, masker, scarf, topi dan kaca mata hitam akan membantu melindungi pernafasan, mata dan kepala dari panas dan debu..

Yang menjadi ukuran penilaian dalam kompetisi ini adalah: cara menerbangkan (kerjasama), berapa lama mengudara, dan kerativitas.
Yang menang pastinya dapat hadiah berupa sejumlah uang, piala dan tentunya kebanggaan yang luar biasa.

Selamat menonton..






0 komentar:

Posting Komentar