Tampilkan postingan dengan label Fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2020

Museum Topeng & Wayang : Setia Darma House of Mask and Puppets

Lokasi ketiga yang kami kunjungi setelah Air Terjun Tibumana, Kintamani, yaitu sebuah museum topeng di Desa Kemenuh, tepatnya, Jalan Tegal Bingin, Br. Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Museum ini mulai dibuka sekitar tahun 2006  di atas lahan seluas lebih dari 1 hektar dengan koleksi kurang lebih 1300 buah topeng dan 5700 buah wayang  yang berasal dari berbagai wilayah di dunia.  

Uniknya, semua koleksi ini dibagi dan dipajang di beberapa rumah-rumah tradisional Indonesia. Jadi nanti ada rumah khas Bali, Jakarta dengan ondel-ondel didepannya, dan berbagai rumah tradisional lainnya. Selain itu, juga ada 1 bangunan terbuka yang memajang mobil-mobil antic, seperti yang di Batu tapi dengan jumlah koleksi yang lebih sedikit. Fasilitas lainnya seperti: gedung pertemuan, ruang pameran, gedung pertunjukan, ampiteater (teater di ruang terbuka) dengan kapasitas kurang lebih 500 orang dimana didepannya terdapat area persawahan yang luar biasa wuhhh, tempat pernikahan, teater, coffee shop dengan taman tropis yang hijau. Nah, ada juga tempat istirahat sejenis bale bengong kalau orang Bali bilang, didekat area pertunjukan terbuka tadi, jadi pemandangannya sawah gaiss…. Yang lebih menakjubkan lagi, masuk ke sini GERATISSS. Tempat ini buka dari jam 8 pagi – 4 sore. 


Waktu saya kesana sama teman-teman saya, kami bertemu dengan salah seorang ekspatriat yang sudah fasih berbahasa Indonesia, bahkan bisa berbahasa Jawa dan Bali..Disana kami bertukar cerita banyak sekali, si om bule ini sudah berkeliling di berbagai wilayah di Indonesia dan jatuh cinta dengan Ubud, dan akhirnya menghabiskan masa pensiunnya di Bali. Salah satu alasan yang membuat saya menyukai tempat ini adalah karena saya sendiri menyukai keberagaman budaya di Indonesia, unik semua walaupun saya tidak terlalu mengerti,seperti saya dan teman-teman saya yang ini, kami seperti Bhineka Tunggal Ika hidup yang berkunjung ke Bhineka Tunggal Ika museum, kami berasal dari pulau, suku, ras, agama, budaya, tradisi dengan bahasa yang berbeda tapi bisa bersama karena bahasa  kebebasan yang kami dapat ketika traveling.

Dapat kesempatan bertemu dan melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti ekploring tempat-tempat seperti ini, merupakan suatu hal yang saya sangat syukuri, membuat mereka dan tempat-tempat yang pernah kami kunjungi menjadi sangat berharga di ingatan saya. Ini adalah trip pertama saya dengan mereka. 2019 merupakan tahun yang sangat saya syukuri. Karena di awal tahun ini saya melepaskan diri dari masa lalu yang sangat berat yang saya pikul selama kurang lebih 7 tahun lamanya. Saya mulai membuat daftar hal-hal yang ingin saya lakukan selama setahun kedepan. Salah satunya adalah traveling, dan keberanian saya untuk melangkah traveling ke luar pulau di tahun yang sama juga tidak lepas dari pertemuan saya dengan teman-teman saya yang ini, sekitar bulan Oktober tahun lalu di tempat kursus Bahasa Mandarin.

Boleh cerita dong, kapan nih sahabat petualang mulai menyukai traveling, dimana tempat pertama yang berkesan yang sudah atau mungkin ingin kalian kunjungi? Yuk berbagi cerita di kolom komentar..

Senin, 23 November 2020

Kintamani

Hayo.. siapa diantara sahabat petualang yang suka suasana pegunungan , tapi belum pernah berkunjung ke daerah Kintamani?


Kintamani ini selain menjadi daerah penghasil buah jeruk terbesar di Bali, juga mempunyai pesona wisata yang mengagumkan.  Dari wisata pedesaan seperti Desa Pengelipuran yang terkenal karena kerapian tatanan bangunan desa serta tradisinya yang masih dilestarikan sampai hari ini, ada juga wisata Desa Trunyan yang terkenal dengan tradisi pemakamannya, dimana mayat-mayat disana tidak dikuburkan seperti di tempat lain melainkan di semayamkan di atas tanah, dibawah pohon taru menyan yang wanginya dapat menetralisir bau dari mayat-mayat yang disemayamkan dibawahnya. Unik sekali bukan? Untuk menuju ke Desa Trunyan  ini sahabat petualang dapat menyewa perahu di Dermaga Kedisan yang terletak di tepi Danau Batur. Dengan waktu sekitar 30 menit dan biaya sekitar 100 ribu rupiah (biaya ini kemungkinan berubah), sahabat sudah bisa sampai ke Desa Trunyan dan mulai sesi uji nyalinya hehe. Jujur saja dulu waktu saya masih kecil, saya ingin sekali berkunjung ke desa ini setelah menonton berita di saluran TV lokal kala itu. Tapi ketika sudah ada kesempatan , keinginan saya tidak sekuat dulu, mungkin karena secara mental saya jadi malah tidak siap hahha..jadi saya memilih menikmati pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur yang indah dari Kintamani point view, tepat didepan Museum Geopark.

Sedikit cerita, ketika saya dan teman-teman saya berkunjung kesini , di Denpasar (kota tempat tinggal kami) sedang musim kemarau yang sangat panjang, bahkan di bulan yang seharusnya sudah mulai turun hujan, tetap saja tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Ketika kami sampai disini, setelah ambil 1, 2 foto, malah turun hujan, antara senang dan sedih sih, senang karena sudah lama tidak ada hujan di Denpasar, sedihnya, jarak pandang kami terbatas pemandangannya berubah jadi putih berkabut.
Akhirnya kamipun turun ke area bawah yang lebih mirip seperti aula pertunjukan, lengkap dengan kamar mandinya.
Di sini, hanya ada kami dan beberapa turis Cina yang waktu itu akan memakai toilet. Karena gabut, kamipun menghibur diri kami sendiri, saya berpura-pura menjadi pembawa acara di aula kosong, menarikan dancenya Park Jimin yang berjudul Lie, agar tidak membosankan dan bisa membuat teman-teman saya tertawa. Sesungguhnya sih saya ga enak hati ke teman-teman saya, karena saya yang request pergi ke Kintamani, ketika kami istirahat makan setelah dari Air Tejun Tibumana, eh malah hujan.., makanya saya berusaha membuat mereka tertawa, padahal mungkin mereka pun tidak apa-apa hehe.. Tidak terasa beberapa jam sudah terlewati disini, sampai hujan agak berhenti. Kamipun naik ke area parkir, dan betapa kagetnya saya, ternyata jaket dan kain bali yang saya pakai, saya tinggalkan diatas motor teman saya, dan yah basah semua.. Salah satu teman saya merasa kasian dan menawarkan jaketnya ke saya, sebenarnya saya  ga enak, karena dia juga cuman pake baju kaos tangan pendek, dia yang kendarain motor, saya yang dibonceng waktu itu dan pastinya dia kedinginan kan, tapi karena udah ditawarin, saya pake jaketnya. Emang anaknya baik sih ke semua orang.. , kebayang ga sih, kalau ini crushnya sahabat dan ditawarin jaketnya, duh,… tapi bukan kok, tidak ada keuwuan yang seperti itu terjadi disana. Padahal disepanjang jalan dia gemeteran karena memang cuacanya dingin banget. Salah satu teman saya menyarankan dia untuk pindahkan tas ransel yang dia bawa ke depan agar tidak terlalu dingin. Kalimat pertama yang dia bilang waktu itu, “duh, kaya bawa anak” hahhahaha..

Jalan yang berkabut dan hujan gerimis ini, kami terobos karena takut hujannya ga berhenti. Jaket dan kain bali saya yang basah, saya bungkus kedalam kresek yang dikasi sama ibu-ibu toko kelontong disana, katanya ga usah bayar, bawa aja.., baik banget sih.. Nah disini ada cerita lucu yang ga masuk akal sahabat,  seperti yang saya ceritakan diawal, kalau di Denpasar kala itu lagi musim kemarau panjang dan di Kintamani tiba-tiba hujan. Saya sebenarnya hanya melucu saja dengan pura-pura membungkus air hujan ketika dikasi tas kresek dan bilang mau bawa hujannya pulang ke Denpasar. Dan ini dilihatin sama banyak orang disana, mungkin mereka berpikir kalau saya mengalami gangguan mental hahha, emang ga tau malu kadang hahah.. Ga mungkin kan beneran kejadian, tapi iya.., begitu kami sampai di Denpasar, hujannya ngikut dong.

OK, back to the strory. Karena hujannya semakin deras, kamipun memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah warung, di depan perkebunan jeruk milik warga. Nah salah satu teman saya yang lain, yang saya ceritakan udah seperti guide di perjalanan ini, ingin sekali mengajak kami untuk memetik buah jeruk di perkebunan jeruk ketika sudah sampai di Kintamani, tapi karena hujan, jadinya batal. He’s trying his best though.. Di warung ini, saya menyanyikan lagu, “ndang ndang Dewa Ratu..”, yang orang Bali mungkin tau lagu ini, hujannya perlahan berhenti. Saya juga buat sejenis tebak”an untuk mengisi waktu, samapai energi saya habis  ga jelas hahhaha..

Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan ke Ubud. Karena waktu di Kintamani, saya sempat tanya-tanya ke teman saya tentang Museum Geopark. Dan teman saya menyarankan untuk mengunjungi Museum di daerah Ubud saja.

Mau tau ada cerita apalagi di museum ini, ikutin terus lanjutan blognya ya..

Semoga bermanfaat dan menghibur.. 



Minggu, 22 November 2020

Air Terjun Tibumana

Selain daerah Bali bagian utara yang memiliki Air Terjun Gitgit yang terkenal dengan keindahannya, Bangli juga tidak kalah menariknya lo.. Ada banyak tempat wisata tersembunyi di Bangli yang mungkin saja belum kalian kunjungi. Beragam  destinasi wisata yang ditawarkan oleh kabupaten penghasil buah jeruk terbesar di Bali ini, seperti  Gunung Batur, Kintamani, desa” tradisionalnya, juga air terjunnya, dan pasti masih banyak lagi yang belum disebutkan. Ada beberapa spot air terjun juga yang indah di Bangli, salah satunya adalah Air Terjun Tibumana. Air terjun ini terletak di Jalan Desa Apuan, Susut – Bangli, yang berjarak kurang lebih 10KM dari pusat kota Bangli, 15KM dari pusat kota Ubud, 27 KM dari Kota Denpasar, untuk perkiraan jarak dari kota kamu, bias cek di google map yah.. 

Jalur menuju air terjun ini sudah bisa diakses dengan motor maupun mobil, ada tempat parkir yang memadai juga di area sebelum turunan ke air terjunnya. Area ini berada di sekitar pemukiman penduduk dan persawahan yang hijau, jadi jangan khawatir kalau merasa haus, lapar  karena ada toko kelontong juga di sekitar area parkir, spertinya sih di dekat air terjunnya juga ada warung kecil, tapi waktu saya kesana, lagi tutup jadi ga tau deh jual apa, yang pasti ada tempat istirahat dan ganti baju disana. Lengkap kan?Nah dari area parkir ini, kalian turun ke bawah menuju air terjunnya melewati tangga dengan suara gemericik air di sepanjang jalan, tidak terlalu jauh kok..Sesampainya di area air terjun, kalian akan mendatkan pemandangan yang setimpal dengan capeknya kalian menuju air terjun ini, indah sekali.. tidak heran kalau sering diadakan pengambilan foto prewedding atau bahkan  blessing wedding di air terjun ini. Tempat pembelian karcisnya juga di sini ya, seharga  10rb per orang.

Sewaktu saya kesana bersama teman-teman, tempat pembelian karcisnya dijaga seorang ibu yang baik hati, karena ternyata ketika ibunya masih muda, ibu ini pernah training di hotel sekitar tempat saya bekerja.. wah.. jadi nostalgia ibunya cerita banyak hal ke saya, sayapun tidak kalah banyak cerita ke ibunya sambil menunggu teman” saya selesai berenang. Kami sampai di air terjun ini, sekitar jam 8an pagi, dan masih belum ada pengunjung lain, airnyapun jernih sekali, jadi teman-teman saya sangat menikmati sesi berenangnya waktu itu. Saya saranin kalian juga berangkat agak lebih pagi ya, apalagi pada waktu weekend, agar bisa puas berenang dan foto-foto. 

Waktu saya berwisata ke air terjun ini, salah satu teman saya tidak sengaja jatuh di depan tempat alat musik gender yang ada di dekat tempat parkir, ketika kami naik  dari area air terjunnya. Tidak ada yang salah dengan jalannya, hanya saja teman saya kehilangan keseimbangan di kakinya, sepertinya keram karena setelah berenang kemudian kakinya sempat ditekuk lumayan lama ketika memainkan alat musik tersebut. Kakinya terkilir, kita minta tolong kepada ibu dan bapak penjaga toko kelontong untuk memberikan informasi tentang tukang pijit terdekat. Mereka bahkan memanggilkan bapak tukang pijatnya untuk teman saya. Saya masih ingat betul, teman saya berkeringat banyak sekali saking sakit kakinya. Sembari menunggu tukang pijatnya datang, kami menikmati buah mangga yang dijual oleh ibu dan bapak di toko kelontong tersebut, kebetulan ada salah satu teman saya yang sepertinya salah fokus sama mangganya ketika kami sampai di toko kelontong tersebut, eh setelah beli, malah dia yang ga mau ikut makan.. memang orangnya ga enakan sih, dikasi apapun ga mau, tapi kalau dimintain tolong, sebisanya dia pasti bantu tanpa alasan apapun, baik banget memang. Upsss jadi salah cerita kan? Hahaha..Nah singkat cerita, pak tukang pijatnya udah dateng dan berusaha melakukan pertolongan ke teman saya, tapi ternyata teman saya masih mengeluh kakinya sakit. Akhirnya kita menawarkan untuk mengantarnya pulang, tapi dia kekeh mau pulang sendiri, karena ga enak ke kitanya dan juga mau langsung pergi ke tempat pijit lain, tambahnya. Setelah diskusi, akhirnya kita melanjutkan perjalan lagi tanpa dia, sedihh.. Tempat wisata kedua yang kami kunjungi adalah Kintamani dan Museum Topeng di daerah Ubud. Baca blog selanjutnya untuk melihat bagaimana serunya cerita kami, ketika berwisata ke Kintamani dan Ubud. Tentunya, perjalanan ini ga mungkin terjadi tanpa salah satu teman saya yang menjadi guide kami di jalanan. 



Jika kamu menyukai petualangan, berpetualanglah ketika kamu masih mampu. Jangan menunggu sampai batas waktu atau keadaan tertentu. Karena dengan berpetualang, bisa memberikan kamu pengalaman dan energi baru untuk menjalani hari-hari kamu setelahnya. Banyak destinasi wisata yang budgetnya terjangkau, bahkan hanya bayar karcis parkir saja, dan uang bensin lo.. Ingat, bahagia kita, kita yang ciptain, bahagia selalu ya..











Jumat, 04 Desember 2015

6 Top Parks in Bali - Bali Bird Park

Bali Bird Park

This gorgeous park is located at St. Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali. Started operating since 1994.  It takes about 25 - 30 minutes driving from Denpasar. Daily open from 09:00 - 17:00 HRS Bali Time. In this 2 ha artificial tropical forest, you can see around 1000 birds divided into 250 species from some countries including Indonesia. Some of the birds that live there are: Scarlet Macaw (South America), African Grey Parrot (South Africa), Black Indian Hawk Eagle (Sumatera), Nicobar Pigeon (Borneo), Golden-necked Cassowary (Papua), Javan Hawk Eagle (Java), Bali Starling (Bali) also some Eagle Owl that live in a traditional Toraja House, and many else..
You are not only able to see the birds from many places but also ambiance each place/country as the original habitat of the bird. The park try to recreate the bird's natural habitats complete with the indigenous plant life.
If you wish to have your lunch surrounding those beautiful birds, you may make a stop at Bali Starling Restaurant. Its a casual open-air restaurant that provide some local and international dishes. Inside of  the park also you can just refreshing with a glass of tropical juice or hand made ice cream at Rainforest Cafe.
For something a little different, visit the adjacent Reptile Park with the most complete collection of reptiles in Southeast Asia.
Some of them area 8-meter reticulated python, an extensive collection of Indonesian monitor lizards as well as the world-renowned prehistoric – and huge - Komodo Dragons, some turtles (very big turtle) and a lot more reptiles live there.
This Reptile Park is right in front of The Bird Park.

Here are the updated schedule at the park:
09:00 & 17:30: Guyu Guyu Corner (hands on birds)
09:30 - 17:30: Papua Rainforest Feeding
09:45 & 12.45: Lory Feeding
10:00 & 13:15: Pelican Feeding
10:00, 11:00, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:30, 16:30 & 17:00: 4D Cinema Show Times (Avian Theater)
10:30 & 16:00: Bali Rainforest Free flight Show
Tues 11:00 & Fri 14:30: The Komodo Experience
11:30 - 15:00: Basic Instinct
12:00, 13:30 & 16:30: Meet The Birds Stars ( Bali Starling Restaurant)

The bird shows and the 4D cinema really worth to watch. Do not skip it.

The entrance ticket is around USD 25.00- 30.00net/adult and usually children under 12 yo will get 50% discount from the adult's price.
You only need to buy 1 ticket for both of the park, Bird & Reptile Park.

Some additional activities for family or group like cycling tour, team building, etc are also available. The cycling tour for the example, will bring us to the traditional Balinese House crossing the rice field and make a stop at Luwak Coffee Plantation. Especially at the Luwak Coffee Plantation, you may try a lot of kind of coffee, so not only the Luwak coffee. Oh, you also can see the real Luwak in there.

This trip really good. You have to try it.



Kamis, 11 September 2014

6 Top Parks in Bali - Bali Zoo

Bali Zoo

Even not as big as Bali Safari & Marine Park, the zoo that located at Jalan Raya Singapadu, Gianyar has quite much species to see. Daily open from 9:00am to 6:00pm and night Zoo is open every evening 6:00 pm to 9:30 pm. This zoo will welcome your visit along the year round except Nyepi/Seclusion Day.
Let’s take a look a few packages that available in Bali Zoo has, as follows:

1. Zoo Admission















2. Zoo Saver Package
a. Zoo Explorer
Includes: hotel return transfers, zoo admission, lunch, animal encounters, animals feeding & show, insurance
Note: *Lunch buffet will be served from: 12:00 pm – 02:30 pm

b. Night at the Zoo
Includes: hotel return transfers, night zoo admission, hand feeding the elephants & animal encounters, fire dance show, set menu dinner/buffet* and insurance
Note: - open every day from 06.00 pm - 09.30 pm * for bookings exceed 30 persons, a buffet dinner will be alternatively served

Day Zoo Pick Up Time:
Kuta, Seminyak, Nusa Dua, Jimbaran,
Sanur, Ubud area: - 09:30 am - 10:00 am and - 11:30 am– 12:00 pm


 3. Elephant Back Safari Package
a. Long Trek Safari
Includes: elephant ride, zoo admission, hand feed the elephants, animal encounters, souvenir, insurance

b. Short Trek Safari
Includes: elephant ride, zoo admission, hand feed the elephants, animal encounters, souvenir, insurance

c. Elephant Back Safari Only
Includes: elephant ride, hand feed the elephants, animal encounters, souvenir, insurance


4. Exclusive Elephant Back Safari
a. Long Trek Exclusive Safari
Includes: hotel return transfer, elephant ride, zoo admission, lunch*, hand feed the elephants, animal encounters, animal show, souvenir, insurance

b. Short Trek Exclusive Safari
Includes: hotel return transfer, elephant ride, zoo admission, lunch*, hand feed the elephants, animal encounters, animal show, souvenir, insurance

Notes: * Lunch buffet will be served from: 12:00 pm – 02:30 pm
- Long trek safari (approximately take 30 minutes ride) - Short trek safari (approximately take 15 minutes ride) - Pick up time: morning 08:30 am - 09:00 am


 5. Breakfast with Elephant
Includes: hotel return transfer, full breakfast, 30 minutes elephant ride, insurance


















6. Elephant Expedition

a. Elephant Expedition
Includes: elephant ride, zoo admission, lunch/afternoon high tea*, fresh coconut, hand feed the elephants, animal encounters, souvenir, and insurance.

b. Exclusive Elephant Expedition
Includes: hotel return transfers, elephant ride, zoo admission, lunch/afternoon high tea*, fresh coconut, hand feed the elephants, animal encounters, animals show, souvenir, insurance.

Pick up time: morning 08:30 am - 09:00 am
Notes : * set lunch/afternoon high tea is provided at Wana Restaurant - elephant expedition will take approximately 75 minutes which includes short trekking

- Child: 2-12 years old. Infant under 2 years old is free - Price are subject to change without prior notice - hat, shorts, sunscreen and camera is recommended during activities

c. Mahout for a Day
Mahout for a day is our signature program from Bali Zoo. From early morning pick-up to sunset, you’ll spend quality time with one special elephant that you’ll ride, train and bathe at natural river. The mahout or elephant trainer in charge will share with you the basic secrets of how to command elephants. You’ll also enjoy a short trip on the elephant along the island’s best trail, where you’ll visit a hundred-year-old temple atop a lush green hill. Amid the fun activities, you can savor a special breakfast and lunch set by our chef, as well as the delicious high tea with Jungle socie tea at Wana Restaurant beside the glass walled lion habitat.

7. Dine With Wildlife (without zoo admission)

a. Wana Restaurant (Lion View)
Jungle Socie Tea
- The Lioness’s Tea (Single)
- The Cub's (Kids)
Note: served at 12:00 pm - 05:00 pm

Set Lunch:
- Entrees + Main Dishes
- Main Dishes + Desert
- Entrees + Main Dishes + Desert
Served with mineral water

b. Elephant View Restaurant
- Indonesian Buffet Lunch (on request: for min. 30 persons)
- Oriental Buffet Lunch
- Set Lunch Crispy Duck (Menu A)
- Set Lunch Crispy Duck (Menu B)
- Set Lunch Nasi Campur or Nasi Goreng
- Tea Time

Note: A'la carte menu are available

8. Pre-Wedding Package


a. Pre-Wedding Package (without animals)
Includes: entrance fee and Location fee (max. 4 hours), free entrance for 2 photographer, 1 make-up and wedding couple (additional person will be charge US$ 13 /person)
b. Pre-Wedding Package
Includes: entrance fee and Location fee (photo taken at the location chosen by guest at all area in the zoo (max. 4 hours), free entrance for 2 photographer, 1 make-up and wedding couple (additional person will be charge US$ 13 /person) ,Elephant (1 hour)
or
Includes: entrance fee and Location fee (photo taken at the location chosen by guest at all area in the zoo (max. 4 hours), free entrance for 2 photographer, 1 make-up and wedding couple (additional person will be charge US$ 13 /person) ,other animals (1 hour)- Birds or snake or binturongs (bear cat) or crocodile

Pre-Wedding with Elephant Only
Photo taken at dedicated area prepared by Bali Zoo and includes zoo entrance fee

Pre-Wedding with Animals Only
Photo taken at dedicated area prepared by Bali Zoo and includes zoo entrance fee (with birds or snake or binturongs (bear cat) or crocodile) Note: Price subject to change at any time without any notification

9. Corporate Program

a. Outbound Package
- Lion Package
Includes: Zoo entrance, trainer, facilitator team, game tools, team building games, buffet lunch menu B, snack/ coffee break, sound system, first aid, insurance Note : minimum 30 - 150 persons

- Siamang Package
Includes: Zoo entrance, trainer, facilitator team, game tools, team building games, lunch box, sound system, first aid, insurance Note : minimum 30 - 150 persons

b. Outing Package

- Owa package
Includes: Zoo entrance, trainer, facilitator team, game tools, fun games, buffet lunch, menu A, snack/coffee break, sound system, first aid, insurance Note : minimum 30 - 150 persons

- Gibbon Package
Includes: Zoo entrance, trainer, facilitator team, game tools, fun games, lunch box, sound system, first aid, insurance Note : minimum 30 - 150 persons

c. Meeting Package

- Half Day Meeting
Includes: Set up meeting venue, lunch buffet menu B, coffee break (1x), OHV projector + screen, sound system, microphone, flip chart, candy, zoo entrance, mineral water Note : max. 40 persons

- Full Day Meeting
Includes: Set up meeting venue, lunch buffet menu B, coffee break (2x), OHV projector + screen, sound system, microphone, flip chart, candy, zoo entrance, mineral water Note : max. 40 persons

- Dinner
Includes: Zoo admission, hand feeding the elephants & animal encounters, fire dance show, set menu dinner/ buffet and insurance

Quite much option right?

Still need other option, let’s check other option at Bali Bird Park that nearby Bali Zoo location..

Wish a wonderful day for you :)

Selasa, 13 Mei 2014

6 Top Parks in Bali - Elephant Safari Park & Lodge (Taro)

Elephant Safari Park & Lodge - Taro


Located at St. Elephant Park Taro, Ubud - Bali.
As per updated this month, they have 31 elephant including 04 babies elephant. All the elephant is from Sumatera - Western Indonesia.









As like Bali Safari & Marine Park, you also able to book an accommodation to stay within the Elephant Safari Park, called Elephant Safari Park Lodge. Has 25 rooms, divide with 5 diferent type of rooms. The price around US$ 250.00 - US$ 385.00 net/night for their Paddy View Room.
Back again to the park, we will review a few package that offered there:
- Elephant Park Tour
 The price is around US$ US$ 62.00 - 65.00 net/adult/package, US$ 42.00 - 44.00 net/children ( 05 - 12 yo) and US$ 186.00 - 196.00 net/family (2 adults + 2 children).
Inclusions in the package:
Return transfers
Park entrance
Elephant talent show
Gourmet Buffet Lunch
Insurance coverage

- Elephant Safari Ride (30 minutes)
The price is around US$ 83.00 - 86.00 net/adult/package, US$ 58.00 - 60.00 net/children and US$ 251.00 - 259.00 net/family.
Inclusions in the package:
Return transfers
Park entrance
Elephant talent show
Safari ride
Lunch
Insurance coverage.








- Safari under the stars

The price is around US$ 103.00 - 109.00 net/adult/package, US$ 74.00 - 79.00 net/children and US$ 313.00 - 332.00 net/family.
Inclusions in the package:
Transfer
Park Entrance
Elephant Talent Show
Safari night ride
Dinner
Insurance coverage


And some combination package between the above package with cycling and Rafting at Ayung River.

One more information for you guys, who would like to celebrate your special wedding ceremony into the wild with those amazing elephant, you able to do it here!
How sweet memories made :)

Well.., see you on other article then, hope the above information will help :)

Have a wonderful morning from Bali..


Senin, 12 Mei 2014

6 Top Parks in Bali - Bali Safari & Marine Park

6 Top Parks in Bali

Known with with the black and white sands, rich with culture, beautiful landscape around and many interesting activity that will attract you to visit Bali Island, even for the second time..B
For the touring trip, especially for family or nature lover, Bali has many park choose to complete your day tour.
Here are 6 top parks in Bali that suppose to be written on your holiday plan in Bali: Bali Safari & Marine Park, Elephant Safari Park & Lodge - Taro, Bali Butterfly Park, Bali Zoo, Bali Bird & Reptile Park and Bali West National Park.

Lets take a look from Bali Safari & Marine Park:

Bali Safari & Marine Park

Located in St. Professor Doktor Ida Bagus Mantra, Gianyar - Bali. It has 400 animals from 3 regions including Indonesia, India, and Africa (wikipedia).













Inside of the park, if you buy package ticket that included Bali Agung Show, you will find Ganesha Park which has a 9-metres (30 ft) statue of Ganesha. This will be the entrance to the Bali Theater, which will feature Balinese Art.
Ganesha Statue
 Due to it is in Bali, inside of park you also able to see the temple inside, named Puri Safari. Pura Safari is a temple (pura) located in the zoo, where people of Hindu religious worship.

Moreover, you also able to book an accommodation if you would like
to stay in the the park. Name of the hotel is Mara River Safari Park Lodge. The price for 1 night stay there is around US$ 117.00 net/night for their most standard lodge .
Bali Safari Park Lodge
Bali Safari and Marine Park has many facilities, including:
Animals in natural surroundings
Recreation area
Water park
Fun Zone
The amazing Bali Theater
Cottages and Bungalows
Restaurants
The zoo provides bus tours for visitors to see a few animals around the park.
Water Park
Mixed Picture

Tsavo Lion Restaurant from outside

Bali Agung Show
For your reference, here are a few package that you can choose if you would like to visit this park:
- Dragon Package
The price around US$ 60.00 - 69.00 net adult/package, less US$ 5.00/pax for the children 3 - 12 yo.

Under 3 yo is free of charge.
Inclusions in the package:
1 Time Safari Journey
Fresh Water Aquarium
Lunch at Uma
Animal show
Elephant show
Bali Agung (Silver Seat)
Water park
Fun Zone

- Jungle Package
The price around US$ 43.00 - 49.00 net/adult/package and less US$ 7.00 for children 3 - 12 yo.
Inclusions in the package:
1 Time Safari Journey
Fresh Water Aquarium
Animal show
Elephant show
Bali Agung (Silver Seat)
Water park
Fun Zone

- Leopard Package
The price around US$ 95.00 - 99.00 net/adult/package and less US$ 12.00 for the children 3 - 12 yo.
Inclusions in the package: 
Welcome Drink
Express Line
Fresh Water Aquarium
1 Time Photo wit animal
Elephant ride
Lunch at Uma
Animal show
Elephant show
Bali Agung (Gold Seat)
Safari Journey
Water park
Fun Zone

- Rhino Package
The price around US$ 130.00 - 139.00 net/adult/package and less US$ 25.00 for children 3 - 12 yo.
How cute when they are still a baby..:)

Inclusions in the package:
Transport
Welcome Drink
Express Line
Fresh Water Aquarium
1 Time photo with Animal
Elephant back safari
Lunch or dinner at Tsavo
Animal show
Elephant show
Bali Agung (Platinum Seat)
Water park
Safari Journey
Fun Zone

- Night Safari
The price around US$ 55.00 - 59.00 net/adult/package and less US$ 10.00 for children 3 - 12 yo.  


Inclusions in the package
 

01 time night safari



Welcome drink


Dinner at Nkuchiro Restaurant


Here are other additional information that might be required if you would like to book one of their package:
- Avoid to book the package that including Bali Agung Show on Monday, there is no show on Monday.
- Only Rhino Package that including return hotel transfer directly to pick you up at your hotel (Sanur, Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Denpasar), other package only have shuttle service which have had their own meeting point.
As follows:
Tanjung Benoa : 09:15 am in front of Royal Santrian
Nusa Dua: 09:30 am in front of Novotel Nusa Dua
Kuta I : 09:30 am in front of Gloria Jeans, Inna Kuta Hotel
Kuta II : 09:30 am in front of Kuta Center, Bali Dynasty
Seminyak: 09:30 am in front of The Breezes
Sanur: 09:15 am in front of Sanur Paradise
Sanur : 09:30 am in front of Mc Donald Sanur
Ubud: 09:45 am in front of Ubud Tourist Information Center

Hope the above information will be help to inspiriting your holiday plan.
We will review other park in separate article.

Happy Holiday :)

Senin, 22 Juli 2013

Festival Layang - layang Bali

Adakah yang ingat dengan lagu berikut:

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang

Yup! topik kita hari ini berhubungan dengan layang - layang

Layang - layang merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan bantuan hembusan angin dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.
Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan. Namun berdasarkan pada beberapa sumber layang - layang tidak hanya berfungi sebagai alat permainan semata.
Seperti di Lampung (Jawa Barat), layang-layang dipakai sebagai alat bantu memancing terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek tertentu, dan dihubungkan dengan mata kail.
Di Pangandaran, layang-layang dipasangi jerat untuk menangkap kalong atau kelelawar.
Penggunaan layang-layang sebagai alat bantu penelitian cuaca telah dikenal sejak abad ke-18.
Benjamin Franklin menggunakan layang-layang yang terhubung dengan kunci untuk menunjukkan bahwa petir membawa muatan listrik.
Layang-layang raksasa dari bahan sintetis sekarang telah dicoba menjadi alat untuk menghemat penggunaan bahan bakar kapal pengangkut, berfungsi seperti layar.
Di beberapa daerah Nusantara layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian, seperti di Bali.
Layang - layang di gunakan sebagai persembahan kepada Dewa Rare Anggon: pelindung areal pesawahan petani sehingga sawah masyarakat Bali tak terkena hama wereng maupun burung.

Layang-layang traditional Bali yang pertama diduga berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun. Berkembangnya jaman membuat layang - layang ini mengalami metamorfosis baik di warna maupun bentuknya. Saking beragam dan meningkatnya ketertarikan masyarakat dalam membuat aneka macam kreasi layang - layang maka dibuatkanlah sebuah wadah acara dalam bentuk festival tahunan. Festival layang - layang pertama di Bali atau lebih dikenal dengan nama Bali Kites Festival di adakan pada tahun 1979 yang diikuti oleh banyak peserta dari International Kite Flying Club. Bahkan berdasarkan pada beberapa sumber tercatat pada tahun 2011 lebih dari 1000 layang - layang dari luar negeri berpasrtisipasi dalam festival ini.
Acara tahunan ini diadakan di Padang Galak - Pantai Sanur pada musim angin yaitu Juli - Agustus.














Di festival ini akan ditemui banyak sekali jenis layang - layang, seperti:

Bebean menyerupai bentuk ikan dan merupakan layang - layang yang umumnya memiliki ukuran terbesar berkisar antara 4 meter – 10 meter.








Janggan merupakan bentuk layang - layang yang lebih memperlihatkan ekor panjang, paling panjang dari layang - layang lainya, bahkan panjangnya bisa mencapai 200 meter.

Sedangkan pecukan memiliki bentuk paling dasar yaitu berbentuk daun dan biasanya memiliki tingkat kestabilan terbang terbaik. Bentuk layang – layang ini seperti layang – layang yang biasa di mainkan pada masa kecil. Tapi sudah lebih jarang di pilih mungkin karena bentuknya yang masih dasar dan kurang kreatif.

Warnanya biasanya merah, putih dan hitam seperti beberapa gambar di atas.
Tapi ribuan layang - layang kreasi baru juga ikut mendaftar untuk memenuhi festival ini dengan bentuk dan warna yang lebih beragam.
                                       


Tidak hanya orang - orang dewasa yang ikut berpartisipasi untuk perlombaan ini, tapi anak - anak pun tak mau ketinggalan. Setiap kelompok memiliki 2 unit, unit inti yang biasanya menerbangkan terdiri dari para pria dewasa, sedangkan unit yang kedua adalah unit pendukung yang memiliki fungsi untuk: menyemangati dan memeriahkan unit inti pada saat proses penerbangan. Di sinilah biasanya anak - anak di perbolehkan ikut membantu, seperti memainkan gong, atraksi- atraksi kecil sebagai pengiring dari layang - layang yang di terbangkan oleh unit inti.
 
Menarik bukan? Selain tegang menonton proses penerbanganya tapi juga terhibur bahkan sesekali tertawa karena atraksi dari unit pendukungnya. Saya pun ingin ikut berpartisipasi ketika ada di lapangan, tapi dibutuhkan tenaga super untuk mengangkat dan menerbangkan layang - layang raksasa nan berat itu. Juga harus kuat menantang terik matahari ber jam - jam.

Saking meriahnya acara, pemerintahpun ikut membantu dengan menyediakan petugas keamanan dan juga PMI untuk menghindari hal - hal yang tak diinginkan. Jika anda lupa membawa minuman, ada banyak pedangan kecil yang akan menawarkan keliling di antara penonton lengkap dengan cemilanya.

Ini bukan acara yang sangat besar tapi juga bukan acara kecil yang singkat. Jika layang - layangnya saja ribuan, anda bisa bayangkan banyaknya orang - orang yang ada festival ini per harinya.
Memang tidak ada tempat yang nyaman dan teduh untuk menonton, tapi dengan lapangan yang cukup luas, anda bisa melihat pertunjukannya dengan leluasa. Jangan lupa membawa kamera terbaik anda untuk mengabadikan ragam layang – layang dan keberhasilan anda sampai di area, karena butuh perjuangan dan kesabaran untuk sampai di area, terutama tempat parkir, memang disediakan beberapa tempat untuk parkiran tapi karena banyaknya yang datang untuk menonton,maka anda harus sedikit bersabar untuk sampai ditempat parkir.
Kalau saya lebih memilih untuk parkir agak sedikit di depan, dan melanjutkanya dengan berjalan kaki, biar sehat J
Oya, bagi anda yang tidak terlalu bersahabat dengan debu dan panas, masker, scarf, topi dan kaca mata hitam akan membantu melindungi pernafasan, mata dan kepala dari panas dan debu..

Yang menjadi ukuran penilaian dalam kompetisi ini adalah: cara menerbangkan (kerjasama), berapa lama mengudara, dan kerativitas.
Yang menang pastinya dapat hadiah berupa sejumlah uang, piala dan tentunya kebanggaan yang luar biasa.

Selamat menonton..